Koran Tempo, 20 Februari 2008
Pekanbaru — Koordinator Bidang Data Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari), Raflis, mengungkapkan kebakaran hutan di Riau kali ini terjadi di kawasan lahan gambut yang dikelola sejumlah perusahaan perkebunan dan perusahaan hutan tanaman industri. “Seluruh kawasan yang terbakar itu berada di lahan konsesi,” kata Raflis di Pekanbaru kemarin.
Berdasarkan pemetaan Jikalahari, dari 14 kawasan kebakaran, 12 di antaranya berada di kawasan konsensi perusahaan. Sisanya merupakan kawasan semak belukar di sekitar pantai Dumai dan Bengkalis. Di kawasan lahan konsensi ini ternyata terdapat titik api.
Kebakaran ini yang telah menimbulkan kabut asap sejak enam hari lalu itu mulai mengganggu transportasi darat, laut, dan udara di dua daerah, yakni Dumai dan Bengkalis. Jarak pandang dua daerah ini makin pendek. Hasil analisis di Dumai dan Bengkalis akan dijadikan acuan untuk menentukan kebijakan.
“Terbatasnya jarak pandang sudah mengganggu transportasi,” kata Kepala Seksi Analisis Badan Meteorologi dan Geofisika Riau Johanes Drajat di Pekanbaru. Kepekatan dan kepungan asap makin menjadi karena indeks penyulutan api di lokasi kebakaran naik dari status tinggi menjadi ekstrem.
Peningkatan indeks ini mulai merata di beberapa daerah yang dilanda kebakaran hutan. Pemicunya, selain lahan yang terbakar merupakan lahan gambut kering, curah hujan sangat minim. Johanes berharap hujan segera turun, sehingga api bisa dipadamkan. “Meski tipis kemungkinan, kami berharap hujan turun,” katanya.
Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Riau kemarin merilis data kebakaran hutan yang terus meluas. Kebakaran lahan di Dumai, Bengkalis, dan Rokan Hilir belum bisa dikendalikan. “Ada penambahan kawasan yang terbakar secara sporadis,” kata Kepala Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Riau Wan Abubakar.
Berdasarkan pemetaan dan data satelit NOAA, jumlah titik api dan cakupan luas kebakaran meningkat tajam dari 48 menjadi 63 titik dalam waktu sehari. Adapun cakupan kebakaran meluas hampir di seluruh kawasan di Kabupaten Rokan Hilir. Begitu juga dengan kebakaran di Dumai, yang terus berlangsung.
Komandan Tim Manggala Agni Dumai, Jasman, mengatakan api sulit dijinakkan karena lokasinya di lahan gambut. Kebakaran yang lama belum tertangani, beberapa titik kebakaran baru malah bermunculan. “Serangan api menjalar dari bawah permukaan tanah,” ujarnya. Jupernalis Samosir
DIarsipkan di bawah: Arsip Berita, Berita Kehutanan | Tagged: kebakaran hutan, kehutanan, lingkungan