Kompas, 1 Februari 2008
Padang, Kompas – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat menemukan bukti terjadinya perambahan kawasan taman nasional itu sedikitnya 4 kilometer di wilayah Sumatera Barat. Perambahan diduga untuk kepentingan pembangunan jalan lintas antara Kabupaten Solok Selatan dan Pesisir Selatan.
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang mempunyai luas sekitar 1,3 juta hektar terhampar di empat provinsi, yakni Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Taman nasional terbesar di Sumatera ini merupakan tempat hidup sejumlah satwa liar, seperti harimau sumatera, badak sumatera, gajah sumatera, dan macan dahan. Selain itu, taman nasional yang terletak di bukit barisan ini juga termasuk daerah tangkapan air yang penting untuk daerah sekitar.
Kepala Bidang Wilayah II Sumatera Barat Balai Besar TNKS, Tata Jatirasa, Kamis (31/1), mengatakan, di daerah Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan, sudah terbuka sekitar 4 kilometer. ”Pembukaan areal hutan TNKS ini merupakan bagian dari pembangunan jalan lintas antara Kambang di Kabupaten Pesisir Selatan dan Muara Labuh di Kabupaten Solok Selatan. Bila jalan ini terwujud, sekitar 45 kilometer dari bagian jalan akan memotong TNKS,” kata Tata.
Kepala Balai Besar TNKS Suyatno Sukandar mengatakan, sampai saat ini ada 33 rencana pembuatan jalan yang memotong TNKS di empat provinsi.
Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Barat Khalid Saifullah mengatakan, pembangunan jalan di kawasan TNKS harus segera dihentikan karena akan menghancurkan lingkungan. (ART)
DIarsipkan di bawah: Arsip Berita, Berita Kehutanan